PINGKI HANDAYANI-IAIN SURAKARTA
NAMA : PINGKI HANDAYANI
NIM : 175231138
KELAS : PERBANKAN SYARIAH (2D)
MAKUL : METODOLOGI STUDI ISLAM
MENJADI SANTRI DI LINGKUNGAN NAMBANGAN SELOGIRI
Ponpes istilah yang di gunakan oleh seseorang untuk menyebutkan suatu tempat tinggal , tempat untuk menimba ilmu khususnya ilmu Agama islam. Ponpes termasuk rumah tradisonal yang di dalamnya terdapat satu, puluhan, ratusan bahkan ribuan anak-anak yang menimba ilmu agama secara mendalam, di dalamnya yang terdiri dari santri dan santriwati. Hal yang berbeda dari tmpat menimba ilmu antara sekolahan dan pondok pesantren yaitu terletak pada kehidupan yang terjadi di dalamnya. Seperti, kita di haruskan untuk tinggal di sebuah asrama yang sudah di pisahkan antara santri sendiri dengan santriwati agar bertujuan untuk saling berpandang satu sama lain karena, belum menjadi mahram anatar mereka. Ponpes juga di bagi atas tingkatan sesuai pendidikan para santrinya seperti mulai dari SMP, SMA bahkan kuliah juga ada.
Salah satu pondok yang saya kunjungi yaitu ponpes yang terletak di JL.Raya Solo-Wonogiri km 25 Kalikatir, Nambangan Selogiri, Wonogiri. Bernama ponpes Manba’ul Hikmah yang di terdiri dari santri SMP. Ponpes yang di isi oleh banyaknya santri sekitar berusia 10 tahun keatas setara dengan anak SMP, di sisi lain juga ada santri yang sekolah sekitar usia SMA/MAN dan ada juga santri yang berstatus menjadi mahsiswa di salah satu kampus. Berangkat dari pukul 16.15 wib dari kampus dan sampai sekitar pukul menjelang magrib dan yang saya rasakan sesampai di sana di sambut baik oleh para santriwan santriwati yang ada di sana. Dari pertama kali berkunjung untuk meminta izin dari pengurus pondok sekaligus pengasuhnya atau yang sering di kenal dengan sebutan Kyai atau Abuya yang bernama K.H Abdul Azies Mahfuf.
Saya dan teman di sambut dengan baik meski tidk bertemu dengan beliau di karenakan sedang ada urusan lain. Meskipun tidak bertemu dengan beliau kami bertemu dengan istrinya yang di sering di sebut dengan panggilan umi. Di perbolehkan untuk menyelesaikan tugas kuliah MSI dengan sepenuh hati dan dengan rasa bahagia akhirnya di izinkan untuk live in di ponpes Manbaul Hikmah atas persetujuan dari Abuya serta umi dan anaknya yang mewakili untuk menyampaikannya. Saat kedatangan saya dan teman saya kami di suguhkan makanan yang leazat yaitukue dan pisang yang berbentuk kecil namun sangat enak. Kami di sana duduk di ruangan khusus tamu atau anak santri menyebutnya pendopo. Banyak sekali santri-santri yang heran ada apa dan dengan tujuan apa kami semua datang di pondok tersebut. Saling melihat dari atas asrama dan ada juga yang bertanya mau cari apa di sini akhirnya saya menyampaikan maksud kedatangan kami semua di sini kepada salah satu pengurus pondok tersebut.
Setelah sempat berbincang-bincang dengan pengurus pondok kami di izinkan untuk menunggu dari jam 11.15 wib hingga jam 12.11, barulah kami di izinkan untuk duduk di pendopo. Saya kira akan cepat bertemu dengan pengasuh pondoknya atau pemilik ponpes Manbaul Hikmah. Mulai dari jam 12.30 kami menunggu, salah satu teman santri dan itu ternyata teman kami yang belajar di ponpes tersebut membantu memanggil Abuya dan Umi. Setelah sekian lama menunggu kami berbincang-bincang dengan umi sekitar jam 1 sampai jam setengah 2. Kami disini menjelaskan maksud kedatangan kami semua untuk live in di pondok yang saya ambil, salah satunya di Manbaul Hikmah. Pertama kali masuk ke daerah ponpes tersebut saya merasa tak yakin jika di dalam sana terdapat ponpes. Akhirnya, apa yang saya ragukan ternyata memang itu benar ponpes. Saya melihat di kantor satpam tersebut ternayata di bertamu itusekitar pukul 09.00 hingga jam 11.00 wib di hari Jum’at. Kedatangan kami sampai di sana pas pertama kali untuk observasi ponpes di hari jum’at dan waktu menunjukkan pukul 11.12 artinyakami menunggu hingga jam 13.00 untuk bertamu.
Kedatangan saya dan teman-teman sangat di sambut baik dengan para penguru
Komentar
Posting Komentar